PA-PERAH, Solusi agar Pendatang Tidak Tersesat
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Divisi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sendang Dajah membuat PA-PERAH, yaitu papan penunjuk arah. Dengan tema ‘Plangisasi untuk Desa Sendang Dajah’, pembuatan dilakukan pada Minggu, (9/12). Bertempat di Rumah Kepala Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Bangkalan Madura program ini melibatkan Karang Taruna dan masyarakat desa khususnya bapak-bapak. Ketua Kelompok KKN Desa Sendang Dajah mengatakan, “Desa Sendang Dajah ini sangat susah dijangkau GPS. Oleh karena itu kami membuat PA-PERAH. Tentu dengan adanya plang atau papan penunjuk jalan tersebut, titik-titik terpenting yang ada didesa tersebut mudah dijangkau oleh pendatang baru.”
Gipzy mengaku dalam program ini kelompoknya murni mengerjakan secara mandiri. Pasalnya program ini dirasa hanya untuk menyediakan fasilitas yang kurang di desa tersebut. “Pun untuk membantu menyelesaikan masalah yang sering dikeluhkan para pendatan ke desa ini seperti yang diceritakan oleh kepala desa,” katanya. Lebih lanjut Gipzy menjelaskan proses pembuatan PA-PERAH, “Papan kayu yang sudah dipotong sesuai kebutuhan dicat. Setelah itu langsung diberi nama jalan/petunjuk jalan. Barulah plang/plakat siap dipasang di setiap sudut pertigaan maupun perempatan yang strategis.” Dia berharap dengan adanya PA-PERAH masyarakat pendatang yang menuju Desa Sendang Dajah atau keluar desa untuk kearah Tol Suramadu tidak tersesat.
Masyarakat setempat antusias dengan program ini karena bagi mereka pendatang baru dapat mengetahui dengan pasti nama jalan di sekitarnya, sehingga dapat memudahkan dalam pencarian alamat. Sehingga mereka tidak kewalahan lagi untuk bertanya ke orang lain. Hal senada disampaikan oleh Makki A.R.-Kepala Desa Sendang Dajah, “Program pengadaan papan penunjuk jalan ini sangat membantu pendatang ataupun tamu yang berkunjung ke sini. Karena banyak sekali pendatang atau tamu yang belum pernah masuk ke desa ini selalu tersesat saat keluar desa menuju jalan tol Suramadu.” (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar